none
perbedaan antara simple dan full recovery mode di SQL Server 2005 RRS feed

  • Pertanyaan

  • Dear All,

    Mau bertanya apa perbedaan antara simple dan full recovery mode untuk SQL server 2005?

    Untuk kondisi yang sekarang ada semua db sudah dalam keadaan FULL recovery mode.

    Adapun backup yang dilakukan adalah Backup Type : FULL tanpa ada backup transaction log.

    Backup database dilakukan sekali sehari setiap malam by SQL Job agent.

    Masalah yang sekarang ada adalah size log db nya lebih besar dari file MDF nya (sekitar 25GB) dimana membuat disk space menjadi low.

    Saat searching di banyak forum SQL banyak yang menganjurkan untuk mengubah type recovery mode menjadi SIMPLE.

    Kekurangan SIMPLE recovery mode dikatakan tidak bisa restore ke level transaksi pada saat point time tertentu.

    Jika restore database yang saya gunakan adalah Most recent possible (pilihan point in time nya). Apakah saya perlu untuk mengubah database saya menjadi SIMPLE Recovery mode lalu melakukan shrink database dan lalu mengembalikan lagi Recovery Mode nya ke FULL lagi? Atau ada saran lain dari para mastah yang ada disini?

    Mohon bantuannya.

    Thanks.

    Selasa, 04 Desember 2012 03.44

Jawaban

  • Mbak Ferawati,

    Recovery model di pilih bergantung pada ketergantungan data terhadap transaction log yang terjadi. Jadi semakin banyak aktivitas TULIS dibanding BACA pada database maka peningkatan space pada Transaction log juga semakin tinggi. Jadi jika Database yang digunakan oleh mbak Ferawati adalah database production, maka disarankan untuk menggunakan FULL RECOVERY MODEL.

    Namun jika database mbak Ferawati lebih banyak untuk aktivitas baca seperti kebutuhan reporting atau datawarehouse, akan lebih cocok menggunakan SIMPLE RECOVERY MODEL.

    Lalu bagaimana peningkatan kebutuhan space yang terjadi jika mengunakan FULL RECOVERY MODEL ?

    Peningkatan space untuk transaction log pada FULL RECOVERY MODEL itu adalah hal yang biasa dan untuk menghindari peningkatan kebutuhan space disk yang ekstrim dapat di antisipasi dengan melakukan Backup Log secara rutin pada database. Rapatkan frekuensi backup log misalkan menjadi 15 menit sekali. Setelah itu amati perkembangan log file yang terjadi. Seharusnya menjadi lebih baik.

    Namun jika tuntutan untuk melakukan shrink tetap harus dilakukan, mungkin artikel ini dapat membantu http://support.microsoft.com/kb/937531

    Perhatikan juga efek samping dari melakukan proses shrink database terlalu sering, hal tersebut telah di diskusikan di forum ini http://social.technet.microsoft.com/Forums/id-ID/sqlserverid/thread/cec319db-b453-40b7-b555-31f32de32e62/#5f6183f8-a1dc-4ffb-8d73-827d62f2cc70

    demikian semoga membantu.


    Regards,
    Suherman
    Profile : MVP Profile
    Blog : Microsoft User Group Indonesia
    Mohon klik tombol "Ajukan Sebagai Jawaban" jika menurut anda jawaban saya benar

    • Disarankan sebagai Jawaban oleh Suherman, STP Selasa, 04 Desember 2012 14.36
    • Ditandai sebagai Jawaban oleh Ferawati Kamis, 06 Desember 2012 03.27
    Selasa, 04 Desember 2012 14.36